Skip to content

Fundamental Menulis

Mindset menulis

Saya percaya masalah terbesar orang yang mau mulai menulis itu bukan soal teknik atau bakat. Tapi soal pikiran yang sudah negatif duluan.

  • "Tulisan saya jelek."
  • "Takut orang menilai."
  • "Nanti saja kalau sudah jago."

Pernah merasa begitu? Saya juga.

Tapi coba pikir lagi. Menulis itu sebenarnya cara kita berpikir, tapi dalam bentuk teks. Tulisan jelek? Wajar, itu bahan mentah. Nanti bisa diperbaiki. Yang penting sekarang: mulai menulis dulu.

Konsistensi itu lebih penting dari bakat.

Ini kesalahan yang sering saya lihat. Orang baru mulai menulis, tapi gayanya seperti sedang membuat skripsi.

"Pada kesempatan kali ini saya akan membahas..."

Siapa yang berbicara seperti itu dalam kehidupan sehari-hari?

Yang benar: menulis seperti sedang mengobrol. Bayangkan kamu sedang bercerita ke teman. Ketik seperti itu. Memang awalnya berantakan, tapi tidak apa-apa. Nanti dirapikan sedikit.

Jadi bukan "Pada kesempatan kali ini saya akan membahas..." tapi lebih ke "Saya mau cerita sedikit tentang..."

Terasa bedanya?

Jelas lebih penting dari keren

Saya punya prinsip: tulisan bagus itu yang jelas, bukan yang terdengar pintar atau puitis.

Kalimat pendek. Kata sederhana. Satu kalimat = satu ide.

Contohnya: daripada menulis "Produktivitas merupakan aspek esensial dalam kehidupan modern..." lebih baik langsung "Produktif itu soal menyelesaikan hal penting."

Langsung ke intinya, kan?

Kalau pembaca mengerti sekali baca, berarti berhasil.

"Mau menulis apa ya?"

Ini pertanyaan yang paling sering saya dengar. Dan jawabannya sebenarnya sederhana: tulis saja apa yang kamu alami.

Tidak perlu topik yang wah atau mendalam. Hal kecil juga bisa jadi tulisan bagus:

  • Hal yang membuatmu bingung kemarin
  • Kesalahan yang baru saja kamu buat
  • Pelajaran kecil hari ini

Rumusnya sederhana: masalah → apa yang kamu lakukan → apa yang kamu pelajari.

Itu saja sudah cukup.

Fokus ke satu hal saja

Ini yang sering terjadi: satu tulisan mau diisi semuanya. Motivasi, tips, cerita pribadi, sekalian jualan.

Jangan begitu.

Pilih satu. Mau cerita ya cerita. Mau memberi pelajaran ya pelajaran. Mau opini ya opini.

Coba, kalau tulisanmu bisa diringkas jadi satu kalimat inti, berarti sudah fokus. Kalau masih bingung mau mengatakan apa, berarti belum.

Emosi itu penting

Orang membagikan tulisan bukan karena tulisannya pintar. Tapi karena:

  • Merasa "ini saya banget"
  • Merasa ditemani
  • Merasa mendapat insight baru

Tulisan yang sederhana tapi jujur itu lebih kuat dari tulisan yang terlihat pintar tapi dingin.

Pisahkan: menulis dan mengedit

Ini aturan paling penting menurut saya.

Saat menulis: jangan pikirkan bagus atau jelek. Tulis dulu. Baru kemudian edit.

Kalau digabung sekaligus, tulisan akan macet.

Jadi prosesnya: menulis dulu sampai selesai, baru pikirkan perbaikan.

Latihan sederhana untuk memulai

Tidak usah ribet. Coba sekarang tulis 3 kalimat:

  1. Apa yang sedang kamu pikirkan akhir-akhir ini?
  2. Kenapa itu penting untukmu?
  3. Apa pelajaran kecilnya?

Tidak perlu diposting ke mana-mana. Ini hanya latihan untuk memulai.

Lanjut baca: