Apa Itu Copywriting (Versi Sederhana)
Copywriting adalah menulis untuk menggerakkan orang.
Bukan tentang menulis indah atau panjang. Tapi tentang membuat orang merasa sesuatu, lalu melakukan sesuatu—scroll lebih lama, like, komen, save, atau kirim DM.
Sesederhana itu.
Fundamental #1: Orang Peduli ke Dirinya Sendiri
Kesalahan yang sering terjadi:
"Saya ingin membagikan..."
Yang lebih kuat:
"Kalau kamu sedang..."
Geser fokus dari diri sendiri ke pembaca. Tulisan yang berbicara tentang mereka selalu lebih menarik perhatian.
Fundamental #2: Masalah Lebih Menarik dari Solusi
Otak manusia lebih cepat merespons masalah daripada janji manis.
Contoh:
- "Tips menulis yang efektif" → biasa saja
- "Kenapa tulisan kamu sering berhenti di tengah?" → lebih menarik
Mulai dari masalah yang nyata. Solusi bisa menyusul.
Fundamental #3: Spesifik Lebih Meyakinkan
Umum mudah diabaikan. Spesifik mudah dipercaya.
Contoh:
- "Banyak orang kesulitan menulis" → terlalu luas
- "30 menit bengong hanya untuk mikirin caption" → relatable
Detail kecil membuat orang berpikir: "Ini persis seperti saya."
Fundamental #4: Jangan Langsung Jualan
Di media sosial, orang tidak sedang ingin membeli sesuatu.
Urutannya sederhana:
- Bangun hubungan
- Tanamkan kepercayaan
- Ajak bertindak
Cerita dulu. Bantu dulu. Baru tawarkan.
Fundamental #5: Satu Tulisan, Satu Aksi
Jangan minta pembaca melakukan banyak hal sekaligus—like, share, follow, dan DM dalam satu waktu.
Pilih satu.
Contoh:
- "Save kalau terasa berguna."
- "Komen kalau pernah mengalami hal serupa."
Fokus pada satu tindakan membuat pembaca lebih mudah mengambil keputusan.
Rumus Copywriting Paling Dasar
PAS (Problem – Agitate – Solution)
Ini sudah cukup untuk memulai.
Contoh:
- Problem: "Bingung mulai menulis?"
- Agitate: "Sudah niat, tapi berhenti di kalimat kedua."
- Solution: "Mulai dari pengalaman pribadi."
Sederhana, tapi efektif.
Rumus Lain (Opsional)
Kalau ingin variasi, coba ini:
BAB (Before – After – Bridge)
- Before: kondisi sekarang
- After: kondisi ideal
- Bridge: proses atau solusi
Rumus ini cocok untuk menunjukkan transformasi atau perubahan.
Bahasa Copywriting yang Sederhana
Gunakan:
- Kata sehari-hari
- Kalimat pendek
- Pertanyaan
Hindari:
- Istilah teknis
- Bahasa seminar
- Terlalu banyak kata "kami"
Tulisan yang terasa seperti percakapan selalu lebih mudah diterima.
Call to Action yang Terasa Manusiawi
Bandingkan:
"Silakan tinggalkan komentar" → kaku
"Pernah mengalami hal serupa?" → natural
"Hubungi kami" → formal
"Kalau tertarik, DM saja." → santai
CTA yang baik terasa seperti ajakan, bukan instruksi.
Latihan Praktis
Ambil satu ide, lalu jawab:
- Masalah yang sering dialami pembaca: ___
- Rasa tidak enaknya seperti apa: ___
- Solusi kecil yang bisa kamu tawarkan: ___
- Aksi yang kamu inginkan: ___
Gabungkan jadi satu postingan. Coba dulu, evaluasi kemudian.
Kesimpulan
Copywriting bukan tentang mempengaruhi atau memanipulasi.
Ini tentang membantu orang mengambil keputusan.
Ketika tulisan kamu memperjelas sesuatu yang sebelumnya membingungkan, itu sudah cukup baik.
Lanjut baca: