Kenapa Kita Stuck di Tengah Jalan?
Biasanya penyebabnya bukan karena kita kehabisan ide atau tidak bisa menulis.
Masalahnya lebih sering ada di sini:
- Otak mulai mengedit terlalu cepat
- Terlalu memikirkan "apakah ini sudah benar?"
- Ingin memasukkan terlalu banyak hal dalam satu tulisan
Stuck adalah konflik antara proses menulis dan keinginan untuk langsung sempurna.
Prinsip Utama
Pisahkan proses menulis dan mengedit. Jangan lakukan keduanya bersamaan.
Cara #1 — Buat Peta Kecil Sebelum Mulai
Sebelum menulis, jawab tiga pertanyaan sederhana ini:
- Apa yang ingin saya ceritakan?
- Pesan apa yang ingin saya sampaikan?
- Bagaimana saya akan menutupnya?
Contoh:
- Cerita: tentang ketakutan saat akan posting
- Pesan: semua penulis mengalami hal yang sama
- Penutup: pertanyaan untuk pembaca
Ini bukan outline yang rumit. Hanya penunjuk arah agar kamu tidak tersesat di tengah jalan.
Cara #2 — Tulis Versi Buruk dengan Sengaja
Ini adalah trik mental yang cukup efektif.
Katakan pada diri sendiri:
"Saya sedang menulis draft pertama. Tidak masalah jika berantakan."
Efeknya:
- Tekanan berkurang
- Tulisan mulai mengalir
- Pikiran lebih bebas keluar
Versi buruk bukan kegagalan. Versi buruk adalah tahap yang harus ada.
Cara #3 — Gunakan Kalimat Jembatan
Saat kamu merasa macet, gunakan kalimat-kalimat ini untuk melanjutkan:
- "Mengapa ini penting?"
- "Yang membuat saya sadar adalah..."
- "Sebenarnya masalahnya bukan di situ."
- "Akhirnya saya mengerti satu hal."
Kalimat ini bukan solusi. Tapi kalimat ini bisa membuka jalan untuk melanjutkan.
Cara #4 — Turunkan Standar Panjang Tulisan
Stuck sering muncul karena kita berpikir:
"Tulisan ini harus panjang."
Padahal:
- Lima sampai tujuh kalimat sudah cukup
- Satu ide, satu pesan
Menyelesaikan tulisan lebih penting daripada membuat tulisan yang panjang.
Cara #5 — Berhenti Saat Masih Ingin Melanjutkan
Ini teknik dari penulis-penulis profesional.
Saat kamu masih memiliki ide:
- Jangan habiskan semuanya
- Simpan satu atau dua poin untuk besok
Efeknya:
- Besok akan lebih mudah untuk memulai
- Pikiran tidak mulai dari nol
Kamu sudah punya momentum.
Cara #6 — Gunakan Timer, Bukan Mood
Atur timer selama 10 menit.
Aturannya sederhana:
- Tulis apa saja yang terpikirkan
- Jangan menghapus
- Jangan mengedit
Saat waktu habis:
- Berhenti
- Simpan apa yang sudah kamu tulis
Banyak tulisan yang selesai hanya dari 10 menit fokus menulis.
Cara #7 — Boleh Ditinggal, Tapi Jangan Dihapus
Jika kamu benar-benar mentok:
- Simpan tulisannya
- Tutup file-nya
- Kembali lagi nanti
Yang tidak boleh dilakukan:
- Menghapus tulisan
- Menyalahkan diri sendiri
Tulisan yang setengah jadi tetaplah aset. Suatu hari bisa kamu selesaikan atau dijadikan bahan tulisan lain.
Latihan Praktis
Ambil satu ide yang sedang ada di pikiranmu.
Tulis tiga baris ini:
- Saya ingin bercerita tentang...
- Intinya, saya ingin menyampaikan...
- Untuk menutupnya, saya akan...
Lalu atur timer 10 menit dan mulai menulis tanpa berhenti.
Kunci Terakhir
Orang yang terlihat lancar menulis bukan mereka yang tidak pernah stuck.
Mereka adalah orang yang tahu cara untuk melewati stuck itu.
Lanjut baca: